Film Review: Sumala (2024): Saat Folklor Bertemu Ketakutan

Sumala Film review

Informasi Dasar Film

  • Judul: Sumala
  • Tahun Rilis: 2024
  • Sutradara: Bobby Prasetyo
  • Pemain Utama: Anya Geraldine, Omar Daniel, Rey Bong, Naysila Mirdad
  • Genre: Horor, Misteri, Supranatural
  • Durasi: 110 menit
  • Penilaian: ⭐ 8.5 / 10 – Sebuah film horor yang menyeramkan, indah, dan penuh makna.

Sinopsis Singkat (Tanpa Spoiler)

Ketika seorang wanita muda bernama Sumala kembali ke desa ibunya yang telah meninggal, ia hanya berharap bisa berduka dan mengenang masa lalu. Namun, yang ia temukan justru bisikan-bisikan misterius dan bayangan yang terus mengikutinya. Semakin ia menggali rahasia keluarga, semakin jelas bahwa kematian ibunya bukanlah sebuah kecelakaan. Ada sesuatu yang kuno dan penuh dendam yang sedang menantinya, dan entitas itu tahu siapa dirinya.

Sumala langsung membawa penonton ke dunia di mana takhayul terasa nyata. Setiap nyala lilin seakan siap mengungkap sesuatu yang seharusnya tidak terlihat.

Analisis Cerita dan Tema

Pada dasarnya, Sumala bukan sekadar kisah tentang hantu. Ini adalah kisah tentang hantu-hantu yang kita warisi. Ceritanya menggali dalam tentang rahasia keluarga, rasa bersalah turun-temurun, dan batas tipis antara keyakinan dan ketakutan.

Kekuatan film ini terletak pada kemampuannya memadukan folklor Indonesia dengan emosi manusia yang nyata. Di balik semua teror, ada pertanyaan yang menghantui: Bisakah kita benar-benar lepas dari dosa leluhur kita?

Bobby Prasetyo tidak hanya bercerita, tetapi membuat penonton merasakan kengerian itu. Folklor yang dulu hanya dongeng kini terasa begitu hidup dan menakutkan.

Sinematografi dan Visual

Sumala Film Review - horror film in indonesia

Bagi penggemar horor yang mengutamakan suasana, Sumala adalah suguhan sempurna. Setiap adegan seperti lukisan yang dilapisi cahaya bulan dan ketegangan. Kamera bergerak perlahan, seolah takut mengusik roh yang bersembunyi di kegelapan.

Warna bumi yang lembut, hutan berkabut, dan pencahayaan redup dari lentera menciptakan atmosfer yang menyeramkan sekaligus indah. Bahkan saat tidak ada yang terjadi, penonton tetap menahan napas, karena dalam Sumala, keheningan tidak pernah aman.

Akting dan Karakter

Sumala Film review - Actor and Actress of sumala

Anya Geraldine tampil luar biasa. Perannya sebagai Sumala terasa alami dan kuat. Ia bukan sekadar karakter yang menjerit ketakutan, tetapi sosok yang bertahan melawan teror. Rasa takut dan keberaniannya terlihat jelas dalam tatapan matanya.

Omar Daniel membawa keseimbangan lewat karakter yang rasional dan skeptis, sementara kehadiran Naysila Mirdad menambah kedalaman emosional dan nuansa tragis yang menyentuh. Bahkan para pemeran pendukung, terutama warga desa, terasa sangat nyata, seakan mereka menyimpan rahasia yang tidak ingin diungkap.

Suara dan Musik

Desain suara Sumala menjadi salah satu elemen paling kuat. Penonton tidak hanya melihat horor, tetapi juga mendengarnya. Desiran angin, bunyi kayu berderit, dan bisikan samar membuat bulu kuduk merinding.

Komposer Ricky Lionardi berhasil memadukan instrumen gamelan tradisional dengan alunan senar bernada gelap, menciptakan ketegangan antara keindahan budaya dan rasa takut. Musiknya tidak mengejutkan tiba-tiba, tetapi merayap perlahan ke dalam pikiran.

Penyutradaraan dan Alur

Sutradara Bobby Prasetyo membuktikan bahwa ia paham aturan emas dalam film horor: kesabaran menghasilkan ketegangan. Ia tidak mengandalkan kejutan murahan, melainkan membangun suasana. Babak awal berjalan perlahan, penuh misteri dan rasa gelisah, lalu berkembang menjadi klimaks yang emosional dan intens.

Alurnya terasa alami, membuat penonton ikut tenggelam dalam ketegangan yang tumbuh sedikit demi sedikit. Dan saat puncaknya tiba, rasa takut yang muncul terasa sangat nyata.

Pendapat Pribadi (Verdict)

Sumala menunjukkan wajah terbaik sinema horor Indonesia: kisah yang menggabungkan folklore, emosi, dan rasa takut dengan makna yang dalam. Film ini menyeramkan tanpa harus berlebihan, dan setiap adegannya punya tujuan yang jelas.

Film ini tidak hanya membuat penonton terkejut. Ia membuat kita berpikir, merasa, dan setelah film usai, kita mungkin masih mendengar bisikan di telinga.

Kesimpulan: Sumala adalah contoh sempurna dari horor atmosferik, menggabungkan kisah mistis, emosi, dan visual yang menawan dalam satu pengalaman yang sulit dilupakan.

Penilaian

8.5 / 10 – Sebuah film horor yang menyeramkan, indah, dan penuh makna.

Scroll to Top